Observasi Petani Padi

Petani padi yang bekerja di sawah berlokasi di pinggiran kota Solo ini adalah pria berumur bertopi caping. Keadaan fisiknya sudah cukup renta, kulit coklat berkerut membalut tubuhnya dengan kaos putih kumal dan celana pendek berwarna hitam. Tingginya sekitar 160 cm dan bertubuh kurus. Petani tersebut membawa cangkul untuk mengolah sawahnya dan juga celurit yang digunakan untuk memotong rumput yang nantinya digunakan sebagai makanan ternaknya. 2 petak tanah dikerjakannya sambil mengusir burung-burung yang mendekat dengan tangannya sebagai perilaku yang khas darinya. Karena padi sudah ditanam cukup lama, pekerjaan dari petani tersebut sedikit lebih mudah, hanya menjaga sawah dari kawanan burung dan beberapa hewan perusak padi seperti tikus dan serangan hama. Kemudian petani tersebut juga mengairi sawah dengan menggunakan selang yang cukup besar dan mengalirkan air dari sungai kecil yang berada di samping sawah dialirkan ke sawah itu sendiri. Petani tersebut tampak bersemangat mengusir burung-burung yang dapat memakan habis padinya dengan ucapan samar “hush… hush…” pertanda untuk mengusir hewan tersebut. Petani tersebut berada di pinggiran sawah sambil sesekali melihat ke tengah sawah. Suasana di arela persawahan tersebut cukup panas, tenang dan sepi, tidak ada orang lain selain petani sendiri. Padi di sawah tersebut berwana hijau menyegarkan mata dan juga terdengar kicauan burung diantara pepohonan yang mengelilingi sawah tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s