Warung Tuk Tuk Bertenaga Listrik

Apa yang kebayang setelah dengar kata “Tuk Tuk”? Agak asing ya kedengarannya? Itu lho, kendaraan yang banyak ditemuin di Thailand. Kalau di Indonesia mirip banget sama kendaraan yang kecil, roda tiga, sukanya nyungsep-nyungsep, dan suara berisiknya yang super heboh alias Bajaj. Tapi, dibandingin sama Bajaj, Tuk Tuk bisa dibilang lebih modern. Soalnya nggak berisik dan nggak pengap. Nggak aneh juga sih kalau kendaraan ini masih jadi favorit. Soalnya bentuknya juga imut kan? Dua lampu bulat di depan kaya mata jadi mirip wajah orang, hihihi… Ditambah lagi bodinya yang slim jadi bisa nyungsep-nyungsep apalagi di daerah yang hobinya macet.

Nggak banyak yang mengira, kendaraan ini juga merambah Eropa lho. Perusahaan asal Belanda bernama Tuk Tuk Factory meluncurkan Tuk Tuk versi Eropa. Tuk Tuk Factory memang bukan perusahaan bau kencur dalam produksi Tuk Tuk. Mereka sudah meluncurkan beberapa jenis Tuk Tuk dengan fungsi yang bermacam-macam. Namun, baru-baru ini mereka meluncurkan e-Tuk Vendo. Apaan sih ini??? Mari kita telisik bersama…

Jadi e-Tuk Vendo ini adalah Tuk Tuk bertenaga listrik dengan konsep jasa boga. Terus, dari mana listriknya berasal? Nggak lucu banget donk kalau kendaraan jalan dengan kabel tertancap jauh dari stop kontaknya. Tenang, Tuk Tuk ini nggak seudik itu kok, hehe… Jadi kendaraan ini pakai yang namanya baterai lead-acid yang mampu menempuh jarak 70 kilometer. Baterai ini juga menyuplai tenaga untuk kulkas, pompa air dan system lainnya di dalam Tuk Tuk. Lah? Kok ada kulkas segala? Nah itu tadi, konsep Tuk Tuk adalah jasa boga. Bahkan Tuk Tuk ini dilengkapi dengan kanopi yang bisa dibuka tutup, meja lipat dan lemari perkakas. Bener-bener warung berjalan nih namanya.

Tapi disini juga banyak tuh kendaraan yang didesain untuk jualan keliling juga. Eiitss… Bukan cuma faktor manfaat aja yang diperhatikan. Kata direktur Tuk Tuk Factory, Roland Vos, ia menerima banyak permintaan untuk membuat kendaraan untuk berjualan keliling yang unik, bersih dan ramah lingkungan. Jelas lah, orang namanya jualan pasti dibuat yang nggak biasa untuk menarik perhatiian pembeli. Pembeli pertama kendaraan ini Toeti Froeti, sudah membuktikannya.  Astrid van Vug, pendiri Toeti Froeti bilang kalau orang-orang pada senyum liat Tuk Tuk ini. Tuk Tuk did it!

Lalu apakah kendaraan ini juga bersih dan ramah lingkungan? Tuk Tuk Factory tentu sudah mempertimbangkannya. Mereka menawarkan kendaraan yang bebas emisi dan juga memenuhi standar lisensi Eropa yang menjamin keamanan dan kenyamanan.

Keren ya? Lagi-lagi negeri asal Van Persie ini menciptakan ide kreatifnya. Lewat Tuk Tuk Factory ini, Belanda telah menunjukkan eksistensinya dalam berinovasi. Jadi penasaran, kira-kira Tuk Tuk model apa yang bakal diluncurkan berikutnya? Yuk mari kita tunggu… 🙂

sumber:

http://cyberedhoy.blogspot.com/2011/09/transportasi-massal.html

http://www.greentechmedia.com/industry/read/tuk-tuk-factory-launches-a-100-electric-vending-van-the-e-tuk-82003/

http://www.mediaindonesia.com/mediaoto/index.php/read/2012/05/04/4255/2/Perusahaan-Belanda-Luncurkan-Tuk-Tuk-Bertenaga-Listrik

http://www.tuktukfactory.nl/index.html

http://www.ubergizmo.com/2012/05/e-tuk-vendo/

Iklan

Let’s GOwes Bus Sekolah

Aneh ya baca judul di atas? Bus kok digowes kaya sepeda aja. Eh, jangan salah yang satu ini ada Bus Sekolah yang digowes alias dikayuh. Kok bisa? Ini nih, negara asal pelukis terkenal, Van Gogh, meluncurkan inovasi baru. Bus sekolah yang umumnya menggunakan mesin, didesain ulang menjadi bus dengan tenaga manusia yaitu dikayuh layaknya sepeda.  Bah, macam mana pula itu?

Sering kan kita lihat di film-film barat, anak-anak sekolah dijemput dengan bus sekolah. Namun bus sekolah umumnya memakai mesin yang kurang ramah lingkungan. Nah, si Thomas Tolkamp seorang perancang sepeda asal Belanda menawarkan solusi baru. Ia merancang sebuah sepeda besar berpenumpang mencapai 11 anak. Fungsinya sama dengan bus sekolah, tapi yang ini jelas lebih ramah lingkungan. Terus, kaya apa sih sepeda ini?

Jadi, sepeda ini dikayuh oleh anak-anak dan dikemudikan oleh satu orang dewasa. Disediakan delapan pedal untuk anak-anak dan satu bangku untuk tiga anak yang tidak mengayuh. Sepeda ini diperuntukan untuk anak-anak yang berumur 4 sampai 12 tahun. Jadi ngebanyangin muka imut-imut berceloteh sambil sepedaan bareng teman-teman mereka, pasti lucu banget!

Terus, gimana ya kalau mereka lelah atau harus melewati medan menanjak? Tak perlulah khawatir, sepeda ini dilengkapi dengan mesin cadangan kok agar anak-anak nggak perlu mengayuh. Sepeda ini  dilengkapi pula dengan sound system dan semacam tenda terpal untuk melindungi dari hujan. Gimana nggak nyaman dan aman tuh? Selain itu, sepeda dengan kecepatan rata-rata sekitar 16 km/jam ini tersedia dengan berbagai pilihan warna. Sounds fun! Apalagi buat anak-anak, ya nggak? Bayangin aja, pagi-pagi, naik sepeda bareng teman-teman sekolah diantara bunga tulip atau kincir angin, wiiihhh… seru banget!

Nggak kaget juga sih kenapa muncul ide kreatif kaya gitu. Gimana enggak, orang Belanda bisa dibilang fanatik sama yang namanya sepeda. Hampir setengah dari orang Belanda menggunakan sepeda untuk sarana transportasi sehari-hari. Bisa dibilang, budaya bersepeda adalah simbol Belanda selain tulip dan kincir anginnya.

Terus kenapa ya, Tolkamp mau buat sepeda kaya gini? Katanya sih, doi sebelumnya pernah bikin sepeda besar sejenis yang dilengkapi dengan sebuah bar (unik ya?). Terus ada yang tanya, apa doi bisa bikin sepeda untuk mengangkut anak-anak. Voila! Jadi deh bus sekolah kayuh ini. Bener-bener nggak kehabisan akal ya?

Selain cuma jadi alat transportasi, sepeda ini secara nggak langsung juga media belajar lho. Kok bisa? Ya iyalah… Dengan sepeda ini mulai anak-anak diajarkan untuk cinta lingkungan dan bekerjasama. Brilian! Selain itu anak-anak juga bisa sekalian olahraga kan? Apalagi ditengah naiknya bahan bakar, isu obesitas pada anak dan polusi udara yang meningkat gini. Lagi-lagi anak-anak juga belajar untuk langsung take in action. Jadi nggak orang dewasa aja yang sepedaan, anak-anak juga bisa turut beraksi membuat perubahan.

Simple thing brings a big change!

sumber:

http://www.fastcoexist.com/1679248/dutch-kids-pedal-their-own-bus-to-school

http://gimundo.com/news/article/dutch-kids-ride-bicycle-bus-to-school/

www.neatorama.com/2012/02/07/school-bus-bicycle/

http://planetsave.com/2012/02/11/dutch-kids-ride-bicycle-bus-to-school/

http://www.smartplanet.com/blog/transportation/bicycle-school-bus-changes-transportation-in-the-netherlands/1480

http://www.treehugger.com/bikes/netherlands-kids-take-bicycle-bus-school.html

Perisai Anak ala Negeri Kincir Angin

Perhatian masyarakat dan pemerintah Belanda menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan anak-anak di negara mereka patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, baru-baru ini anak-anak Belanda dinobatkan sebagai anak-anak paling bahagia di Eropa dan Amerika Utara. Predikat ini didapatkan dari hasil penelitian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lansir Republika (03/05/12). Penelitian ini mengkhususkan pada kesejahteraan dan kesehatan. Tercatat bahwa konsumsi alkohol di kalangan remaja Belanda, antara 11 hingga 13 tahun, menurun. Tentunya hasil yang diraih ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat di Belanda. Disebutkan bahwa rumah sakit di Belanda menyediakan perawatan bagi remaja pemabuk. Faktor lain yang mendukung adalah remaja Belanda umumnya memiliki hubungan baik dengan orang tua, keluarga dan teman mereka.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah keterbukaan Belanda terhadap inovasi baru. Hal ini menjadi alat bantu dalam mengatasi problematika di negaranya. Terlebih lagi dalam mengatasi masalah yang menyangkut anak-anak. Keterbukaan mereka ini dibuktikan salah satunya lewat penggunaan sistem pendeteksi  pornografi terhadap anak-anak. Sistem tersebut dikenal dengan nama PhotoDNA. Radio Netherlands Worldwide melansir bahwa baru-baru ini Institut Forensik Belanda (NFI) dan perusahaan perangkat lunak asal Amerika, Microsoft, tengah menguji sistem itu di Belanda. PhotoDNA adalah sistem yang dikembangkan oleh Microsoft bekerja sama dengan Dartmouth College pada tahun 2009. Sistem ini bekerja dengan cepat sehingga dengan menggunakannya akan lebih mudah dan tidak membuang-buang waktu. Sistem ini sangat membantu terutama dalam proses pelacakan pembuat dan pembeli gambar-gambar porno anak-anak. Diharapkan dengan menggunakan sistem ini akan membantu dalam upaya menggulung jaringan pedofilia.

Tahun 2011 lalu, publik Belanda dan bahkan dunia dikejutkan dengan kasus pornografi terhadap anak-anak di Belanda. Dalam hal ini tentunya anak-anaklah yang menjadi korban. Di tahun yang sama, Institut Forensik Belanda mendatangi Microsoft guna berkolaborasi dalam penelitian mengenai database pornografi anak-anak di Belanda. NFI menerima banyak laporan mengenai pornografi terhadap anak-anak di Belanda. Mereka pun bergerak cepat untuk mengajukan permohonan penggunaan sistem PhotoDNA. Alhasil, NFI menjadi satu-satunya lembaga pemerintah yang diperbolehkan untuk menggunakan sistem PhotoDNA. Sistem ini digabungkan dengan software milik NFI sendiri. Menjadi satu-satunya lembaga pemerintah yang menggunakan sistem ini bukan semata-mata hasil pekerjaan NFI. Tentunya hal ini jugaberkat dukungan masyarakat. Terutama mereka yang berkontribusi dalam memberikan laporan pada NFI.

Dapat disimpulkan bahwa anak-anak adalah bagian yang menjadi perhatian penting baik bagi pemerintah Belanda maupun masyarakatnya. Pemerintah Belanda dan masyarakatnya saling bekerja sama untuk menjadi perisai bagi anak-anak di negaranya. Mereka saling memainkan peran mereka masing-masing dengan sangat baik. Hal ini didukung pula dengan keterbukaan mereka terhadap inovasi baru. Selain itu, hal lain yang patut dicontoh adalah kesigapan mereka dalam menangani masalah yang dihadapi negaranya.

Maka tidak aneh jika Jurre Hermans, anak asal Belanda dapat meraih nobel ekonomi. Bocah 11 tahun ini memiliki gagasannya “Ide Pizza” untuk mengatasi krisis Euro. Terang saja, Jurre dan anak-anak Belanda lainnya punya perisai yang melindungi mereka. Pastinya ini membuat mereka merasa percaya diri untuk melangkah dan membuat prestasi. Lalu, bagaimana dengan kita? Akankah kita menjadi perisai bagi anak-anak di negara kita?

sumber:

http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/belanda-menguji-sistem-pendeteksi-porno-anak-anak

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/05/02/m3en49-anakanak-belanda-paling-bahagia-di-eropa-dan-amerika-utara

http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/bocah-belanda-atasi-krisis-euro

http://www.microsoft.com/en-us/news/presskits/photodna/