Belanda, Berteman Lama dengan Sepeda

julianatandem (1)Kalau bicara tentang Belanda, pasti nggak jauh-jauh dari sepeda. Begitu juga sebaliknya. Terang aja, keduanya memang dikenal telah berdampingan bersama sejak ratusan tahun yang lalu. Buktinya? Di tahun 1910 ada sekitar 450.000 warga Belanda yang memiliki sepeda. Bahkan, angka tersebut naik dua kali lipatnya sembilan tahun kemudian. Kepopuleran sepeda ini muncul karena sepeda dianggap sebagai alat transportasi yang kokoh dan dapat diandalkan pada masa itu. Sepeda juga digemari masyarakat dari berbagai kalangan. Mulai dari buruh, masyarakat kelas menengah sampai sang Ratu pun nggak gengsi menggunakannya.

Ditengah desakan mobil dan moda transportasi modern lainnya, sepeda justru makin digemari. Salah satu ikon Belanda ini pun kini memiliki penggemar yang mencapai 18 juta orang. WOW! Pengguna sepeda pun bermacam-macam, dari anak sekolah, tukang bangunan, hingga bankir pun mengendarai sepeda. Dari beragam latar belakang pengendara sepeda inilah lahir beragam kreasi sepeda dengan beragam fungsi pula.

Mulai dari sepeda yang dirancang menyerupai dan berfungsi sama dengan bus sekolah. Kemudian ada pula sepeda disertai kedai minuman. Unik-unik bukan? Semuanya asli temuan dan bikinan Belanda. Saking unik dan inovatifnya ide ini, sepeda-sepeda ini pun mengglobal. Jangan kaget kalau produk bikinan Belanda ini kita jumpai pula di berbagai belahan dunia.

cats

Lalu gimana bisa Belanda dan sepeda menjaga hubungan yang langgeng hingga kini? Bisa dibilang keduanya bagaikan dua mata rantai yang menjalin hubungan simbiosis mutualisme. Ciah… bahasanya, Biologi banget. Jadi gini, ketika sepeda telah menjadi alat transportasi yang ramah lingkungan. Maka, Belanda mendukungnya dengan menyediakan fasilitas yang nyaman bagi pengguna si roda dua ini.

Sejak era perang dunia pertama, pemerintah Belanda mulai membangun fasilitas-fasilitas pendukung bagi pengendara sepeda. Dari jalur khusus sepeda, jalur penyebrangan jalan, rambu-rambu, hingga jembatan, semuanya dibuat khusus untuk pengguna sepeda. Bahkan sejak tahun 20an, ditetapkan pula beberapa aturan seperti; tiap rumah yang baru dibangun harus memiliki semacam garasi sepeda; dan tiap rumah susun harus memiliki satu area parkir sepeda. Hingga kini fasilitas-fasilitas lain pun terus dikembangkan dan diperlengkap.

first-paddestoel

Baru-baru ini, Belanda berencana untuk kembali memperlengkap fasilitas bagi pengguna sepeda. Pertama, membuat garis marka jalan yang menyala dalam gelap. Ide yang brilian? Jelas! Para pengendara sepeda akan lebih mudah untuk melihat garis marka jalan di malam hari. Ide cerdas ini pun dilirik oleh negara-negara lain seperti Amerika dan India untuk dikembangkan dinegaranya.

_65144877_65144876

Nggak cuma sampai disitu, digagas pula ide untuk membuat penghangat jalan melalui bawah tanah. Aduh gimana lagi tuh? Dan untuk apa pula? Jadi, ketika musim salju tiba, kecelakaan seperti terpeleset, sering terjadi akibat dari jalanan yang licin oleh endapan es. Disinilah penghangat jalan ini bekerja dengan mencairkan salju atau es di jalan. Pastinya, para pengguna sepeda akan merasa aman dan nyaman untuk bersepeda selama musim salju.

f7e2d976f88a77735c9875b36d5eef831354553902Nggak heran kalau Belanda dijuluki rumahnya para biker. Fasilitas yang lengkap memanjakan para pengendara sepeda adalah bentuk apresiasi Belanda terhadap sepeda. Hal ini memang bikin Belanda layak disebut sebagai pionir fasilitas bersepeda kelas dunia.

Sepeda beragam, fasilitas lengkap. Pantas saja hubungan pertemanan Belanda dan sepeda kokoh hingga kini. Iri ya? Kalau gitu, yuk kita mulai membudayakan lagi bersepeda supaya banyak yang concern untuk membenahi fasilitasnya. Buruan… udahan bacanya!

Sumber-sumber:

http://beta.fool.com/bamckenna/2012/12/17/glow-in-the-dark-smart-roads-netherlands-2013-indi/18775/

http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-20041522

http://www.guideholland.com/histbike.html

http://www.mnn.com/green-tech/transportation/blogs/the-pedal-bus-carrying-the-party-faithful-and-party-hoppers-too

http://www.roadsafetygb.org.uk/news/2608.html

http://www.roadswerenotbuiltforcars.com/why-is-cycling-popular-in-the-netherlands-infrastructure-or-history/

http://www.thetimes.co.uk/tto/public/cyclesafety/article3394181.ece

Sumber Gambar:

Gambar  “Ratu Juliana dan Pangeran Benhard” : http://www.guideholland.com/histbike.html

Gambar “Sepeda ‘Bus’ Sekolah” : http://www.treehugger.com/bikes/netherlands-kids-take-bicycle-bus-school.html

Gambar “Sepeda Kedai Minuman” : http://www.mnn.com/green-tech/transportation/blogs/the-pedal-bus-carrying-the-party-faithful-and-party-hoppers-too

Gambar “Pemilihan bentuk rambu penunjuk arah bagi pengendara sepeda” : http://bicycledutch.wordpress.com/2011/10/27/cycling-through-the-heath/

Gambar “Garis Marka jalan yang menyala dalam gelap” : http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-20942340

Gambar “Jalur sepeda yang licin oleh salju” : http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/new-website-for-reporting-slippery-bike-paths

Bawa Pulang Awan, Bukan Lagi Imaji

Kulihat awan, seputih kapas

Arak-berarak di langit luas

Andai kudapat, ke sana terbang

Akan kuraih, kubawa pulang…

Masih ingat lirik lagu diatas? Yak, lagu berjudul “Awan Putih” ini mungkin membawa kita ke memori semasa kecil. Menerawang jauh ke atas menebak-nebak bentuk-bentuk awan di langit bersama teman-teman. Dih serunya… Selain itu, lagu ini juga seolah-olah mewakili imajinasi kita kala itu. Berandai-andai untuk bisa membawa pulang awan-awan yang ada di angkasa dan menikmati indahnya di rumah. Hal ini bukan lagi angan-angan, kini awan-awan tidak hanya bisa kita lihat di langit namun bisa kita nikmati juga di dalam rumah. Nggak percaya??!!! Ini buktinya!

Gambar

Bukaaann… itu bukan tipuan kamera atau foto hasil editan. Bukan juga sihir atau hasil mencomot awan-awan di langit. Lalu apa? Nyangka nggak nyangka, awan itu hasil kreasi manusia dengan memanfaatkan asap putih sebagai bahan utama. Meski bukan awan asli, setuju kan kalau awan ini terlihat sangat nyata?

Berndnaut-Smilde-artist1

Adalah Berndnaut Smilde seniman asal Belanda yang memprakarsai ide ini. Berawal dari lukisan pemandangan laut milik kakeknya, ia menangkap gambaran awan kelabu mengagumkan khas goresan orang Belanda. Awan itu pun mengimajinasikan Smilde pada sesuatu yang besar, magis dan kelam.  Dari situ, seniman kelahiran Groningen, 1978 ini pun terinspirasi membuat (baca: bukan melukis) awan hujan sejenis namun di DALAM RUANGAN. Gila nggak tuh! Nggak segila itu kok. Nyatanya lewat tangan dingin Smilde, ide gilanya pun bisa terwujud. Caranya?????

Cukup sederhana kok konsep pembuatan awan ini. Mulanya suhu dan kelembaban udara dalam ruangan diatur pada tingkat tertentu. Kemudian, asap putih disemburkan dari semacam mesin kabut (bukan mesin fogging nyamuk demam berdarah! :P). Terakhir, untuk efek dramatis, pencahayaan dimainkan di belakang semburan asap. Apakah isi kepala mulai berputaran membayangkan proses pembuatannya tadi? Jangan galau, bisa lihat visualisasinya disini.

Melihat awan buatan Smilde ini mungkin bisa digunakan untuk efek di film-film mejik ala Harry Potter ya? Tapi juga jangan kalap dulu! Sayangnya, awan ini hanya bertahan beberapa detik saja. Tak sampai disitu, Smilde tetap ingin orang-orang turut melihat dan menafsirkan karyanya seperti ketika kita menebak-nebak bentuk awan semasa kecil. Maka, diabadikanlah awan ini lewat jepretan kamera dengan latar yang unik dan hasilnya adalah mahakarya seni.

Smilde memang pantas menyandang gelar sebagai pionir seniman awan atas ide cerdasnya ini. Tak heran, kini  seni yang disebut “indoor clouds” ini pun mendunia. Mulai dari muncul di media-media ternama dunia seperti BBC dan Washington Post. Lalu, pameran-pameran di berbagai negara seperti Amerika dan Inggris. Bahkan, pemotretan awan ini pun pernah dilakukan di Belgia dan beberapa kota di Amerika. Yang paling dahsyat lagi, awan dalam ruangan ini masuk dalam penemuan-penemuan terbaik sepanjang tahun 2012 yang tak ternilai harganya versi majalah TIME.

3

Dengan beragam pencapaian yang ia terima, Smilde tidak lantas berpuas diri. Melalui sebuah situs, Smilde mengungkapkan bahwa akan terus membuat karya yang lebih baik. Inspiratif!

Berkaca dari Smilde, ketika kita kecil, kita mencoba menginterpretasi bentuk-bentuk awan. Hampir sama, Smilde juga menginterpretasi dan berimajinasi tentang awannya. Bedanya adalah, Smilde bukan cuma berandai-andai tapi berani mewujudkan imajinasinya. Berawal dari imajinasi bisa jadi pionir berprestasi.

Now, free your imaginations and make it happen!

Sumber-sumber:

http://techland.time.com/2012/11/01/best-inventions-of-the-year-2012/

http://www.bbc.co.uk/news/entertainment-arts-21034217

http://www.berndnaut.nl/works.htm

http://www.sfartscommission.org/gallery/2013/conversation-6-jason-hanasik-berndnaut-smilde/

http://www.slate.com/blogs/behold/2013/02/21/berndnaut_smilde_capturing_the_fleeting_moments_of_clouds_created_inside.html

http://www.washingtonpost.com/blogs/arts-post/post/artist-berndnaut-smilde-creates-indoor-clouds/2012/03/13/gIQA7yAT9R_blog.html

http://www.youtube.com/watch?v=U9YON-vSI5I

Sumber Gambar:

Gambar 1 “Nimbus II” : http://www.berndnaut.nl/works.htm

Gambar 2 “Berndnaut Smilde” : http://www.uni.ae/2013/03/12/cover-story-the-art-issue/

Gambar 3 “Nimbus Green Room dan Nimbus D’Aspremont”: http://www.berndnaut.nl/works.htm